LPG 3 Kg Langka di Palopo, Warga Keluhkan Pangkalan Kosong

oleh -489 Dilihat

Warga Kota Palopo mulai mengeluhkan kelangkaan tabung gas LPG 3 kg yang terjadi secara merata di hampir seluruh wilayah. Kondisi ini memaksa masyarakat untuk berkeliling kota mencari pangkalan yang masih memiliki stok sediaan. Bahkan, banyak warga yang pulang dengan tangan hampa karena tumpukan tabung di tingkat pengecer sudah kosong sejak pagi hari.

Fenomena ini mulai mengganggu aktivitas rumah tangga dan para pelaku usaha mikro di Palopo. Oleh karena itu, antrean panjang sering kali terlihat di beberapa titik distribusi setiap kali truk pengangkut gas datang. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk mencari penyebab pasti dari tersendatnya pasokan gas subsidi tersebut.

Harga di Tingkat Pengecer Melonjak

Kelangkaan ini memicu kenaikan harga yang cukup signifikan di tingkat pengecer atau toko-toko kecil. Selain itu, beberapa oknum pedagang memanfaatkan situasi ini dengan menjual gas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebab, permintaan yang sangat tinggi tidak mendapatkan dukungan dari suplai barang yang mencukupi di lapangan.

Akibatnya, para ibu rumah tangga harus mengeluarkan biaya ekstra hanya untuk mendapatkan satu tabung gas melon. Namun, pangkalan resmi tetap berusaha menjual dengan harga normal meski jumlah stok mereka sangat terbatas. Selanjutnya, warga meminta instansi terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi gas dari agen hingga ke pangkalan.

Dampak pada Pedagang Kuliner Kecil

Sektor usaha kecil menengah (UKM) menjadi pihak yang paling merasakan dampak pahit dari kelangkaan bahan bakar ini. Bahkan, beberapa pedagang makanan terpaksa menutup warung mereka karena tidak mendapatkan stok gas untuk memasak. Oleh sebab itu, kelangsungan ekonomi keluarga mereka kini berada dalam posisi yang sangat terancam.

Gas LPG 3 Kg Langka di Palopo 5 Hari, Warga Keluhkan Pangkalan Kosong -  Bandung News

Baca juga:Arema vs Persijap, Santos Malu Lihat Posisi Singo Edan

“Kami sudah mencari ke mana-mana, tapi hasilnya tetap nihil. Oleh karena itu, kami terpaksa tidak berjualan hari ini karena dapur tidak bisa mengepul,” ujar salah satu pedagang kaki lima di Palopo.

Selanjutnya, pemerintah kota berencana melakukan koordinasi cepat dengan pihak Pertamina guna menambah kuota pengiriman. Dengan demikian, lonjakan permintaan masyarakat dapat segera teratasi sebelum kondisi pasar semakin tidak terkendali.

Desakan untuk Operasi Pasar

Warga mendesak dinas perdagangan untuk segera menggelar operasi pasar murah di setiap kecamatan. Sebab, langkah tersebut merupakan solusi paling efektif untuk menekan harga dan memastikan distribusi gas tepat sasaran. Oleh karena itu, pendataan terhadap pangkalan yang nakal juga harus menjadi prioritas dalam waktu dekat.

Berikut adalah poin-poin utama keluhan warga Palopo:

  1. Stok Kosong: Pangkalan resmi sering kali hanya memajang tabung kosong tanpa ada kepastian jadwal pengisian.

  2. Harga Mahal: Harga di tingkat pengecer mencapai angka yang tidak masuk akal bagi masyarakat miskin.

  3. Distribusi Tidak Merata: Warga di wilayah pinggiran merasa sulit mendapatkan akses dibandingkan wilayah pusat kota.

Meskipun demikian, Pertamina menghimbau warga agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Sebagai penutup, kerja sama yang baik antara pemerintah dan agen sangat diperlukan untuk menstabilkan kembali pasokan LPG di Palopo. Dengan demikian, warga dapat kembali menjalani aktivitas harian mereka dengan tenang tanpa dihantui kelangkaan gas.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.